Making Microfinance Work : Managing to Improve Performance

Wishlist Share

About Course

Making Microfinance Work

Di tengah meningkatnya tantangan pembiayaan bermasalah, persaingan digital, dan perubahan perilaku anggota, lembaga keuangan mikro dituntut untuk lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan.

Kursus Making Microfinance Work dirancang untuk membantu pengurus, manajer, dan praktisi lembaga keuangan mikro memahami strategi praktis dalam membangun institusi yang sehat, bertumbuh, dan berdampak.

Course Content

Buku Making Microfinance Work Volume 1 : Managing for Improved Performance
Berikut ini terjemahan dari Buku Making Microfinance Work Volume 1 : Managing for Improved Performance

  • Buku Lengkap MMW Vol 1
  • Buku Rangkuman MMW Vol 1

Bagian I : Pengantar Manajemen Keuangan Mikro
Membangun Fondasi Pengelolaan Lembaga Keuangan Mikro Bagian ini membahas dasar-dasar manajemen keuangan mikro sebagai fondasi utama dalam mengelola lembaga keuangan mikro (LKM) secara profesional dan berkelanjutan. Peserta akan memahami peran strategis manajer, fungsi manajemen, karakteristik layanan keuangan mikro, pilihan kelembagaan, hingga arah strategis organisasi. Materi dirancang untuk membantu peserta memahami bagaimana LKM dapat tumbuh tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Yang akan dipelajari: Peran dan tanggung jawab manajer LKM Prinsip dasar manajemen modern Karakteristik nasabah mikro Pilihan model kelembagaan Penyusunan visi, misi, dan strategi organisasi Tantangan industri keuangan mikro Outcome: Peserta mampu memahami konsep dasar pengelolaan LKM dan membangun arah strategis lembaga secara lebih terstruktur.

Bagian II : Pasar dan Pemasaran
Memahami Nasabah dan Mengembangkan Layanan yang Bernilai Bagian ini membahas bagaimana lembaga keuangan mikro memahami kebutuhan pasar dan membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah. Fokus utama pembelajaran adalah bagaimana menciptakan produk dan layanan yang relevan, kompetitif, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Peserta akan mempelajari teknik dasar penelitian pasar, pengembangan produk, komunikasi nilai layanan, pelayanan prima, dan strategi membangun loyalitas nasabah. Yang akan dipelajari: Analisis kebutuhan pasar Teknik penelitian pasar sederhana Pengembangan produk simpanan dan pembiayaan Strategi komunikasi pemasaran Service excellence untuk nasabah mikro Strategi meningkatkan loyalitas nasabah Outcome: Peserta mampu merancang layanan keuangan yang sesuai kebutuhan pasar dan meningkatkan kepuasan serta loyalitas nasabah

Bagian III : Manajemen Risiko
Melindungi Lembaga melalui Pengendalian Risiko yang Efektif Bagian ini membahas pentingnya manajemen risiko sebagai fondasi keberlanjutan lembaga keuangan mikro. Dalam operasional sehari-hari, lembaga menghadapi berbagai risiko seperti kredit bermasalah, kesalahan operasional, fraud, hingga perubahan kondisi eksternal. Oleh karena itu, manajer perlu memiliki kemampuan mengidentifikasi, mengukur, mengendalikan, dan memitigasi risiko secara sistematis. Peserta akan mempelajari pendekatan praktis dalam pengelolaan risiko kredit, penanganan tunggakan, pengendalian internal, serta strategi menjaga kesehatan lembaga secara berkelanjutan. Yang akan dipelajari: Konsep dasar manajemen risiko Risiko kredit dan pembiayaan bermasalah Teknik monitoring pembiayaan Strategi penanganan tunggakan Pengendalian internal lembaga Pencegahan fraud dan risiko operasional Mitigasi risiko eksternal Outcome: Peserta mampu membangun sistem pengelolaan risiko yang lebih disiplin, terukur, dan mendukung keberlanjutan lembaga.

Bagian IV : Arsitektur Strategik
Mengendalikan Risiko untuk Menjaga Kesehatan Lembaga Bagian ini membahas pentingnya manajemen risiko dalam menjaga keberlanjutan lembaga keuangan mikro. Peserta akan belajar mengenali berbagai jenis risiko, terutama risiko kredit, risiko operasional, dan risiko eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja lembaga. Selain itu, peserta juga akan memahami strategi pengendalian tunggakan, monitoring pembiayaan, dan penguatan sistem pengawasan. Yang akan dipelajari: Identifikasi risiko lembaga Risiko kredit dan pembiayaan bermasalah Pengelolaan tunggakan Pengendalian internal dan monitoring Mitigasi risiko operasional Strategi menjaga sustainability lembaga Outcome: Peserta mampu menerapkan pendekatan manajemen risiko untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan lembaga.

Bagian V : Meningkatkan Efisiensi dan Produktifitas
Transformasi LKM Menuju Kinerja yang Unggul Bagian terakhir membahas strategi meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing lembaga keuangan mikro. Peserta akan memahami bagaimana teknologi, pengukuran kinerja, manajemen biaya, dan kepemimpinan dapat menjadi pendorong transformasi organisasi. Materi juga mengajak peserta melihat pentingnya inovasi dan continuous improvement dalam menghadapi perubahan industri keuangan. Yang akan dipelajari: Konsep efisiensi dan produktivitas Pengukuran kinerja lembaga Pemanfaatan teknologi dalam operasional Strategi pengendalian biaya Kepemimpinan transformasional Inovasi dan peningkatan berkelanjutan Outcome: Peserta mampu meningkatkan produktivitas lembaga dan mendorong transformasi organisasi menuju kinerja yang lebih unggul dan berkelanjutan.

Social and Environment Performance Management
Sumber ini menyajikan Panduan Standar Universal untuk Manajemen Kinerja Sosial dan Lingkungan yang disusun oleh organisasi Cerise+SPTF. Dokumen tersebut menetapkan tujuh dimensi operasional bagi lembaga keuangan untuk memastikan bahwa strategi bisnis mereka memberikan dampak positif bagi nasabah, karyawan, dan bumi. Beberapa poin utama mencakup perlindungan nasabah dari utang berlebih, kepemimpinan yang bertanggung jawab, serta pengembangan produk yang berpusat pada kebutuhan masyarakat ekonomi rendah. Melalui kerangka kerja ini, penyedia layanan keuangan diarahkan untuk menyeimbangkan keuntungan finansial dengan keberlanjutan ekologi dan tanggung jawab sosial. Panduan ini berfungsi sebagai peta jalan praktis yang mencakup proses pembelajaran, penilaian mandiri, hingga pelaporan hasil kepada pemangku kepentingan. Secara keseluruhan, teks tersebut menekankan bahwa mengutamakan kesejahteraan manusia dan alam merupakan kunci stabilitas bisnis jangka panjang.

Student Ratings & Reviews

No Review Yet
No Review Yet

Belajar Mudah, Prestasi Nyata

About Us

Terms of Use

Our Team

How It Works

Accessibility

Support

FAQs

Terms & Conditions

Privacy Policy

Career

© BelajarPro.com. All right reserved